Just want to remind you...
inget nggak waktu kita duduk dibelakang bukannya ngerjain tugas malah ngerumpi, banyak tema yang kita bicarakan..
inget nggak dulu banget kita nunggu didepan pintu nunggu bel bunyi terus lari kekantin saking rakusnya..?
Disekolah itu terlukis segudang kenangan,saat terjalin sebuah persahabatan..yg begitu indah dan tak terlupakan..
watak anak-anak yang berbeda beda membuat kita selalu berfikir keras bagaimana pemikiran dari mereka manjadi sama...
tersinggung , saling menyindir yah itulah... suatu saat kalian pasti akan rindu masa itu..
inget gak waktu kita dihukum sama bu linda karena nilai matematikanya jelek? muka dicoret coret pake sepidol beliau melukis wajah kita bentuk kucing gitu -_-"
dihukum rame-rame itu seru jadi hidup lu tuh gak monoton !!
inget nggak? waktu pelajaran produktif kita mencuri waktu buat jajan tahu goreng dikoperasi?
padahal dideket pintu sudah terpasang "DILARANG JAJAN SELAMA KBM BERLANGSUNG" wkwk
inget nggak? waktu kita ngejar-ngejar bus sekolah rela desek desekan demi mencari gratisan lari-larian bahkan nunnguin bus sekolah sampe dateng wahhhhhhh ...
bukan gratisnya yang gue cari tapi moment setiap detik itu yang bikin susah lupa !! dan mereka bilang buat apa jaim naik bus sekolah?? mumpung disediakan fasilitas yang ada mari kita manfaatkan kasian kan pemerintah udah menyediakan fasilitas itu kalo kita nggak memanfaatkannya sebaik mungkin..
tatap deh mata guru lu dengan tulus.dan lo akan merasakan betapa inginnya dia agar anak muridnya lulus semua dengan hasil yang memuaskan..!!!!!!!!!
dia relain apapun mati matian buat nyuruh kalian belajar. tapi apa ??? diantara kita gak pernah denger apa katanya. malah saat guru menerangkan ada sebagian diantara kalian yang tidurrrrrrrrr becandaaaaaaaa hfttt sebenernya siapa sih yang mau ujian wkwkw
hari minggu,dia udah relain waktu luangnya bersama
keluarga untuk hadir pada saat pendalaman materi, buat siapa? kalo
nggak buat kita semua..
tapi apa balesan kita sama beliau???buktinya pada saat menerangkan kita malah asyik sendiri dengan dunianya sendiri..hmmmmmmmmmm masa ini tinggal beberapa waktu lagi gua janji akan memanfaatkan waktu ini dengan sebaik mungkin...Quality time wif you gaysssssssss:')
Fear grows with intelligence. Power comes with the mastery of fear, not in the ignorance of it. keep follow me @indahtsh
Rabu, 10 April 2013
Senin, 01 April 2013
Negeri Antah Berantah Bernama Azurine
Bulan kelima setelah kehilangan kamu, semua terasa begitu berbeda, semua
terasa tak lagi sama, begitu abnormal, tak ada yang kuketahui selain
aku masih mencari-cari cara untuk melupakan kamu. Aku bertingkah
seakan-akan semua telah kembali seperti semula, aku tanpamu, kamu
tanpaku, kita tak lagi berjalan pada arah yang sama. Begitu hebatnya
perpisahan, sehingga ia selalu memaksa seseorang mengikhlaskan suatu
ketiadaan... suatu kepergian. Surat ini kutulis dengan sangat hati-hati,
agar bayangmu tak lagi menyebabkan tangis dan agar kenanganmu tak lagi
menyisakan luka. Kauboleh baca hingga selesai atau bahkan membuangnya ke
tempat sampah setelah kaumembaca paragraf pertama. Seperti yang
kuketahui sebelumnya, kauselalu berusaha keras untuk melupakan aku,
sementara aku tak pernah berusaha keras untuk melupakanmu. Bagiku,
memaksa otak untuk lupa hanya akan membuat otak semakin memutar kembali
memori yang ia simpan secara sengaja. Sementara aku tak mau melupakanmu
dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak
dan aku percaya waktu akan melakukan tugasnya untukku.
Saat aku kembali mengundangmu masuk ke dalam memori otakku, ada bayang
yang seketika merampok perhatianku. Dulu, kita adalah pasangan yang
seringkali berkhayal tentang banyak hal. Ingat waktu kamu membuat dengan
runtut nama panjang anak-anak kita kelak? Bagaimana pekerjaan dan
cita-cita mereka nantinya? Dan akan seperti apa wajah mereka? Kita juga
merencanakan rumah tinggal kita kelak, di suatu negara maju yang
manusianya memiliki harapan hidup tinggi, di suatu kota yang aman dan
tentram. Daerah tersebut sangat nyaman untuk keluarga kita, sawah-sawah
hijau menyapa tiap pagi, awan yang setia meneduhkan kita dari teriknya
matahari, dan danau-danau bisu yang setia memancarkan sinar rembulan
setiap malam. Kota itu memang tak se-romantis Paris yang terletak di
Prancis, juga tak se-unik Bali yang terletak di Indonesia, tapi
setidaknya kota ini milik kita, kota penuh cinta yang ideologinya kita
ciptakan sendiri, kota yang tak terdapat di peta tapi terdapat di hati
kita masing-masing, kaudan aku memberi nama kota itu Azurine.
Siapa yang peduli pada Azurine? Hanya aku dan kamu yang mempedulikan
indahnya Azurine. Azurine milik kita juga punya taman kota, dengan
pepohonan yang rindang dan setia memeluk siapapun yang berteduh
dirindangnya. Taman kota Azurine dihiasi tawa anak-anak kita yang
berlari-lari dan bersembunyi di balik pohon, kamu yang mengejar-ngejar
mereka tak ubahnya serigala nakal yang mengejar-ngejar mangsanya.
Azurine, kota milik kita, adalah kota yang kita sebut bayi mungil yang
lahir tanpa tangis. Azurine milik kita, milik aku, kamu, juga anak-anak
kita.
Ingatkah kamu bagaimana kamu menggambarkan langit di kota Azurine?
Selalu biru muda dan lembut menyapa, tapi kadang mendung seringkali
menggoda langit biru di kota Azurine. Hujan di kota Azurine tak pernah
menyebabkan tangis, justru hujan itulah yang ditunggu-tunggu anak-anak
kita. Setelah hujan selalu ada pelangi, saat pelangi muncul, kamu segera
menggendong si bungsu lalu berlari-lari ke ujung pelangi, begitu juga
si sulung dan anak kedua kita, mereka ikut berlari mengikuti jejak
langkahmu. Aku yang memandang kalian hanya tersenyum bahagia, menunggu
di beranda rumah ditemani angin yang sesekali menggelitik tubuhku.
Bukankah Azurine sangat indah? Tak pernah ada tangis di kota ini, karena
aku dan kamu saling mencintai, maka kita tak mungkin saling menyakiti
dan saling menyebabkan tangis. Azurine adalah milikku, juga milikmu.
Tapi sekarang... Azurine milik kita hanyalah kenangan, Azurine milik
kita telah hancur termakan air mata, Azurine telah runtuh bersama dengan
perpisahan kita, Azurine telah hilang bersama dengan canda tawa yang
kini berubah menjadi tangis dan sesal. Azurine yang hidup dalam
khayalanmu dan khayalanku tak akan berwujud nyata. Azurine hanyalah
dongeng sebelum tidur yang meninabobokan tangis semalaman. Azurine
hanyalah sejarah yang membisu sehingga ia tak kunjung menjadi buku.
Azurine bukan lagi milikku, juga bukan lagi milikmu. Kini, Azurine
hanyalah milik kenangan, hal-hal indah di kota itu tetap menjadi
khayalan. Azurine yang kauanggap bayi kita yang lahir tanpa tangis, kini
memperdengarkan tangisnya. Kauyang menyebabkan Azurine menangis!
Kauyang telah membuat semuanya menjadi bermasalah! Mengapa kaurenggut
masa-masa itu, ketika justru aku mulai merasa bahagia denganmu?
Ini hanya surat kecil, yang mungkin membuatmu semakin membenci sosokku,
yang mungkin membuatmu termotivasi untuk semakin melupakanku, atau
mungkin sebaliknya? Mungkin juga surat ini membuat senyummu mengembang,
karena ternyata sebelum kita berpisah ada banyak kenangan indah yang
kita ciptakan dengan cara kita sendiri, dan sekarang hal-hal indah itu
tak akan pernah kembali. Masihkah kamu mencintai Azurine seperti dulu?
Bagaimana kabar kota itu setelah lima bulan kita meninggalkannya?
Mungkin hujan terus-menerus turun, mungkin langitnya tak lagi biru,
mungkin pohon-pohon di taman kota tak lagi rindang, mungkin Azurine
merasa kehilangan kamu, juga kehilangan aku. Azurine mungkin marah
karena orang-orang yang membangun dan melahirkannya malah dengan sengaja
meninggalkannya. Sungguh, aku sangat ingin kembali pada kota khayalan
yang kita bangun bersama itu. Aku ingin menjelaskan banyak hal padanya,
agar ia juga mengerti bahwa aku dan kamu berpisah karena suatu hal, dan
sebenarnya aku dan kamu tak pernah berhenti mencintai Azurine. Aku tak
ingin kau membuat Azurine menangis seperti kaumembuatku menangis. Aku
ingin Azurine seperti dulu.
Melalui surat ini, aku tak ingin berbicara banyak hal, karena kamu bukan
sosok yang senang dicereweti oleh perempuan. Aku hanya ingin menanyakan
kabarmu dan kabar kekasihmu, apakah kalian juga membuat Azurine-Azurine
yang lain, kota khayalan yang justru lebih indah daripada kota khayalan
kita dulu? Ah... sudahlah, bukan urusanku, cuma ingin titip satu hal,
tolong jangan gunakan nama anak-anak kita yang telah kaurencanakan
bersamaku, sebagai nama untuk anak-anakmu, kelak bersama dengan wanita
lain pilihanmu; kecuali jika wanita pilihan itu adalah aku :p
Sebenarnya, diam-diam aku masih menyimpan harapan untuk kembali
membangun Azurine bersamamu, kota itu belum memiliki balai kota dan
pusat perbelanjaan. Maukah kaukembali membangun Azurine bersamaku?
Maukah kaumeninggalkan ceritamu bersama wanita itu lalu kembali pada
masa lalu? Masa di mana kebahagiaan kita masih terlihat begitu nyata,
masa di mana aku dan kamu sempat menjadi kita. Maukah? Demi aku, demi
Azurine, dan demi kita.
Langganan:
Postingan (Atom)