Sabtu, 01 Juni 2013

for someone and everyoneeeeeeee..

buat seseorang yang saat ini belum bisa melepaskannya saat ini...
percaya ngga kalo jodoh itu ada ditangan tuhan banyak sebagian orang bilang "jangan pernah kamu tinggalin aku" untuk apasih mempertahakan seseorang kalo dianya sedang mengharapkan seseorang yang pasti itu bukan kamu biarkan dia pergi kamu harus relain melepaskan seseorang yang tak pantas untuk kamu pertahankan lagi.
memang pada dasarnya begitu sulit biarlah keadaan yang memisahkan kita . nanti pun tuhan juga akan mempertemukan kita kembali kalo emang kamu adalah yang terbaik untukku..
salah satu penggalan kalimat dari buku motivator cinta yang gue baca dan yang paling tepat yaitu
"melepaskan bukan berarti kamu tak mencintainya lagi melainkan kamu memberikan kesempatan untuk dirinya mendapatkan kebahagian dengan yang lain"
dan ada juga
"jangan percaya bahwa melepaskan berarti kamu mencintainya MELAINKAN BERJUANGLAH DEMI CINTAMU..itulah cinta sejati"
apa didunia ini memang tak adil untukku?? apa aku harus mendapatkan kepedihan dari kehidupan ini?? aku sudah mencoba untuk bersabar menghadapi semua ini, kebahagiaan yang telah engkau berikan padaku ini sangat cukup bagiku hanya saja aku tak menyadarinya dan aku tak sadar atas nikmatmu yang telah engkau berikan hanya untukku.
namun aku cuma bisa ngeluh atas cobaan yang telah engkau berikan untukku, seandainya aku tau aku sadar disaat air mataku tak kuat untuk ku tampung ada terselip kebahagiaan yang telah engkau persiapkan untukku dan aku tak menyadarinya atas semua ini!!!!!!!!!!

Minggu, 12 Mei 2013

Mungkin, aku terlalu berharap banyak...

Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku. Tak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.

Aku menjadi takut kehilangan kamu. Siksaan datang bertubi-tubi ketika tubuhmu tidak berada di sampingku. Kamu seperti mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab yang tak kumengerti sedikitpun. Aku sulit jauh darimu, aku membutuhkanmu seperti aku butuh udara. Napasku akan tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mata. Salahkah jika kamu selalu kunomorsatukan?

Tapi... entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku. Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapan matamu tak setajam tatapan mataku. Adakah kesalahan di antara aku dan kamu? Apakah kamu tak merasakan yang juga aku rasakan?

Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku, karena kamu memang tak pernah sibuk memikirkanku. Berdosakah jika aku seringkali menjatuhkan air mata untukmu? Aku selalu kehilangan kamu, dan kamu juga selalu pergi tanpa meminta izin. Meminta izin? Memangnya aku siapa? Kekasihmu? Bodoh! Tolol! Hadir dalam mimpimu pun aku sudah bersyukur, apalagi bisa jadi milikmu seutuhnya. Mungkinkah? Bisakah?

Janjimu terlalu banyak, hingga aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati. Begitu sering kamu menyakiti, tapi kumaafkan lagi berkali-kali. Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu. Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus namun kau hempaskan dengan begitu bulus. Seberapa tidak pentingkah aku? Apakah aku hanyalah persimpangan jalan yang selalu kau abaikan – juga kautinggalkan?

Apakah aku tak berharga di matamu? Apakah aku hanyalah boneka yang selalu ikut aturanmu? Di mana letak hatimu?! Aku tak bisa bicara banyak, juga tak ingin mengutarakan semua yang terlanjur terjadi. Aku tak berhak berbicara tentang cinta, jika kauterus tulikan telinga. Aku tak mungkin bisa berkata rindu, jika berkali-kali kauciptakan jarak yang semakin jauh. Aku tak bisa apa-apa selain memandangimu dan membawa namamu dalam percakapan panjangku dengan Tuhan.

Sadarkah jemarimu selalu lukai hatiku? Ingatkah perkataanmu selalu menghancurleburkan mimpi-mimpiku? Apakah aku tak pantas bahagia bersamamu? Terlau banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku mencintaimu yang belum tentu mencintaiku. Aku mengagumimu yang belum tentu paham dengan rasa kagumku.

Aku bukan siapa-siapa di matamu, dan tak akan pernah menjadi siapa-siapa. Sebenarnya, aku juga ingin tahu, di manakah kauletakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu. Tapi, kamu pasti enggan menjawab dan tak mau tahu soal rasa penasaranku. Siapakah seseorang yang telah beruntung karena memiliki hatimu?

Mungkin... semua memang salahku. Yang menganggap semuanya berubah sesuai keinginanku. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari teman. Salahkah jika perasaanku bertumbuh melebihi batas kewajaran? Aku mencintaimu tidak hanya sebagi teman, tapi juga sebagai seseorang yang bergitu bernilai dalam hidupku.

Namun, semua jauh dari harapku selama ini. Mungkin, memang aku yang terlalu berharap terlalu banyak. Akulah yang tak menyadari posisiku dan tak menyadari letakmu yang sengguh jauh dari genggaman tangan. Akulah yang bodoh. Akulah yang bersalah!

Tenanglah, tak perlu memerhatikanku lagi. Aku terbiasa tersakiti kok, terutama jika sebabnya kamu. Tidak perlu basa-basi, aku bisa sendiri. Dan, kamu pasti tak sadar, aku berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.

Menjauhlah. Aku ingin dekat-dekat dengan kesepian saja, di sana lukaku terobati, di sana tak kutemui orang sepertimu, yang berganti-ganti topeng dengan mudahnya, yang berkata sayang dengan gampangnya.


-ds

Rabu, 10 April 2013

sweet moment like sugarrrrrrrr

Just want to remind you... 
inget nggak waktu kita duduk dibelakang bukannya ngerjain tugas malah ngerumpi, banyak tema yang kita bicarakan..
inget nggak dulu banget kita nunggu didepan pintu nunggu bel bunyi terus lari kekantin saking rakusnya..?
Disekolah itu terlukis segudang kenangan,saat terjalin sebuah persahabatan..yg begitu indah dan tak terlupakan..
watak anak-anak yang berbeda beda membuat kita selalu berfikir keras bagaimana pemikiran dari mereka manjadi sama...
tersinggung , saling menyindir yah itulah... suatu saat kalian pasti akan rindu masa itu..  
inget gak waktu kita dihukum sama bu linda karena nilai matematikanya jelek? muka dicoret coret pake sepidol beliau melukis wajah kita bentuk kucing gitu -_-"
dihukum rame-rame itu seru jadi hidup lu tuh gak monoton !!
inget nggak? waktu pelajaran produktif kita mencuri waktu buat jajan tahu goreng dikoperasi?
padahal dideket pintu sudah terpasang "DILARANG JAJAN SELAMA KBM BERLANGSUNG" wkwk
inget nggak? waktu kita ngejar-ngejar bus sekolah rela desek desekan demi mencari gratisan lari-larian bahkan nunnguin bus sekolah sampe dateng wahhhhhhh ...
bukan gratisnya yang gue cari tapi moment setiap detik itu yang bikin susah lupa !! dan mereka bilang buat apa jaim naik bus sekolah?? mumpung disediakan fasilitas yang ada mari kita manfaatkan kasian kan pemerintah udah menyediakan fasilitas itu kalo kita nggak memanfaatkannya sebaik mungkin..
tatap deh mata guru lu dengan tulus.dan lo akan merasakan betapa inginnya dia agar anak muridnya lulus semua dengan hasil yang memuaskan..!!!!!!!!!
dia relain apapun mati matian buat nyuruh kalian belajar. tapi apa ??? diantara kita gak pernah denger apa katanya. malah saat guru menerangkan ada sebagian diantara kalian yang tidurrrrrrrrr becandaaaaaaaa hfttt sebenernya siapa sih yang mau ujian wkwkw
hari minggu,dia udah relain waktu luangnya bersama keluarga untuk hadir pada saat pendalaman materi, buat siapa? kalo nggak buat kita semua..
tapi apa balesan kita sama beliau???buktinya pada saat menerangkan kita malah asyik sendiri dengan dunianya sendiri..hmmmmmmmmmm masa ini tinggal beberapa waktu lagi gua janji akan memanfaatkan waktu ini dengan sebaik mungkin...Quality time wif you gaysssssssss:') 



Senin, 01 April 2013

Negeri Antah Berantah Bernama Azurine

Bulan kelima setelah kehilangan kamu, semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama, begitu abnormal, tak ada yang kuketahui selain aku masih mencari-cari cara untuk melupakan kamu. Aku bertingkah seakan-akan semua telah kembali seperti semula, aku tanpamu, kamu tanpaku, kita tak lagi berjalan pada arah yang sama. Begitu hebatnya perpisahan, sehingga ia selalu memaksa seseorang mengikhlaskan suatu ketiadaan... suatu kepergian. Surat ini kutulis dengan sangat hati-hati, agar bayangmu tak lagi menyebabkan tangis dan agar kenanganmu tak lagi menyisakan luka. Kauboleh baca hingga selesai atau bahkan membuangnya ke tempat sampah setelah kaumembaca paragraf pertama. Seperti yang kuketahui sebelumnya, kauselalu berusaha keras untuk melupakan aku, sementara aku tak pernah berusaha keras untuk melupakanmu. Bagiku, memaksa otak untuk lupa hanya akan membuat otak semakin memutar kembali memori yang ia simpan secara sengaja. Sementara aku tak mau melupakanmu dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak dan aku percaya waktu akan melakukan tugasnya untukku.
Saat aku kembali mengundangmu masuk ke dalam memori otakku, ada bayang yang seketika merampok perhatianku. Dulu, kita adalah pasangan yang seringkali berkhayal tentang banyak hal. Ingat waktu kamu membuat dengan runtut nama panjang anak-anak kita kelak? Bagaimana pekerjaan dan cita-cita mereka nantinya? Dan akan seperti apa wajah mereka? Kita juga merencanakan rumah tinggal kita kelak, di suatu negara maju yang manusianya memiliki harapan hidup tinggi, di suatu kota yang aman dan tentram. Daerah tersebut sangat nyaman untuk keluarga kita, sawah-sawah hijau menyapa tiap pagi, awan yang setia meneduhkan kita dari teriknya matahari, dan danau-danau bisu yang setia memancarkan sinar rembulan setiap malam. Kota itu memang tak se-romantis Paris yang terletak di Prancis, juga tak se-unik Bali yang terletak di Indonesia, tapi setidaknya kota ini milik kita, kota penuh cinta yang ideologinya kita ciptakan sendiri, kota yang tak terdapat di peta tapi terdapat di hati kita masing-masing, kaudan aku memberi nama kota itu Azurine.
Siapa yang peduli pada Azurine? Hanya aku dan kamu yang mempedulikan indahnya Azurine. Azurine milik kita juga punya taman kota, dengan pepohonan yang rindang dan setia memeluk siapapun yang berteduh dirindangnya. Taman kota Azurine dihiasi tawa anak-anak kita yang berlari-lari dan bersembunyi di balik pohon, kamu yang mengejar-ngejar mereka tak ubahnya serigala nakal yang mengejar-ngejar mangsanya. Azurine, kota milik kita, adalah kota yang kita sebut bayi mungil yang lahir tanpa tangis. Azurine milik kita, milik aku, kamu, juga anak-anak kita.
Ingatkah kamu bagaimana kamu menggambarkan langit di kota Azurine? Selalu biru muda dan lembut menyapa, tapi kadang mendung seringkali menggoda langit biru di kota Azurine. Hujan di kota Azurine tak pernah menyebabkan tangis, justru hujan itulah yang ditunggu-tunggu anak-anak kita. Setelah hujan selalu ada pelangi, saat pelangi muncul, kamu segera menggendong si bungsu lalu berlari-lari ke ujung pelangi, begitu juga si sulung dan anak kedua kita, mereka ikut berlari mengikuti jejak langkahmu. Aku yang memandang kalian hanya tersenyum bahagia, menunggu di beranda rumah ditemani angin yang sesekali menggelitik tubuhku. Bukankah Azurine sangat indah? Tak pernah ada tangis di kota ini, karena aku dan kamu saling mencintai, maka kita tak mungkin saling menyakiti dan saling menyebabkan tangis. Azurine adalah milikku, juga milikmu.
Tapi sekarang... Azurine milik kita hanyalah kenangan, Azurine milik kita telah hancur termakan air mata, Azurine telah runtuh bersama dengan perpisahan kita, Azurine telah hilang bersama dengan canda tawa yang kini berubah menjadi tangis dan sesal. Azurine yang hidup dalam khayalanmu dan khayalanku tak akan berwujud nyata. Azurine hanyalah dongeng sebelum tidur yang meninabobokan tangis semalaman. Azurine hanyalah sejarah yang membisu sehingga ia tak kunjung menjadi buku. Azurine bukan lagi milikku, juga bukan lagi milikmu. Kini, Azurine hanyalah milik kenangan, hal-hal indah di kota itu tetap menjadi khayalan. Azurine yang kauanggap bayi kita yang lahir tanpa tangis, kini memperdengarkan tangisnya. Kauyang menyebabkan Azurine menangis! Kauyang telah membuat semuanya menjadi bermasalah! Mengapa kaurenggut masa-masa itu, ketika justru aku mulai merasa bahagia denganmu?
Ini hanya surat kecil, yang mungkin membuatmu semakin membenci sosokku, yang mungkin membuatmu termotivasi untuk semakin melupakanku, atau mungkin sebaliknya? Mungkin juga surat ini membuat senyummu mengembang, karena ternyata sebelum kita berpisah ada banyak kenangan indah yang kita ciptakan dengan cara kita sendiri, dan sekarang hal-hal indah itu tak akan pernah kembali. Masihkah kamu mencintai Azurine seperti dulu? Bagaimana kabar kota itu setelah lima bulan kita meninggalkannya? Mungkin hujan terus-menerus turun, mungkin langitnya tak lagi biru, mungkin pohon-pohon di taman kota tak lagi rindang, mungkin Azurine merasa kehilangan kamu, juga kehilangan aku. Azurine mungkin marah karena orang-orang yang membangun dan melahirkannya malah dengan sengaja meninggalkannya. Sungguh, aku sangat ingin kembali pada kota khayalan yang kita bangun bersama itu. Aku ingin menjelaskan banyak hal padanya, agar ia juga mengerti bahwa aku dan kamu berpisah karena suatu hal, dan sebenarnya aku dan kamu tak pernah berhenti mencintai Azurine. Aku tak ingin kau membuat Azurine menangis seperti kaumembuatku menangis. Aku ingin Azurine seperti dulu.
Melalui surat ini, aku tak ingin berbicara banyak hal, karena kamu bukan sosok yang senang dicereweti oleh perempuan. Aku hanya ingin menanyakan kabarmu dan kabar kekasihmu, apakah kalian juga membuat Azurine-Azurine yang lain, kota khayalan yang justru lebih indah daripada kota khayalan kita dulu? Ah... sudahlah, bukan urusanku, cuma ingin titip satu hal, tolong jangan gunakan nama anak-anak kita yang telah kaurencanakan bersamaku, sebagai nama untuk anak-anakmu, kelak bersama dengan wanita lain pilihanmu; kecuali jika wanita pilihan itu adalah aku :p 
Sebenarnya, diam-diam aku masih menyimpan harapan untuk kembali membangun Azurine bersamamu, kota itu belum memiliki balai kota dan pusat perbelanjaan. Maukah kaukembali membangun Azurine bersamaku? Maukah kaumeninggalkan ceritamu bersama wanita itu lalu kembali pada masa lalu? Masa di mana kebahagiaan kita masih terlihat begitu nyata, masa di mana aku dan kamu sempat menjadi kita. Maukah? Demi aku, demi Azurine, dan demi kita.

Minggu, 31 Maret 2013

HAPPY ANNIVERSARY 1 YEARS darl'

I LOVE YOU are words just three, which mean so much on our ANNIVERSARY.. so this is what i want to say, live in my heart n there forever stay!
 Hari demi hari telah kita lewati, suka duka selalu bersama. kadang gembira, kadang juga sedih. ya, itulah yang namanya suatu hubungan cinta. Kalau selalu suka pasti gak enak. selalu duka pun juga gak enak. tidak terasa semua itu berlalu sudah satu tahun. yah, memang masih usia muda hubungan kita. Namun segala macam keadaan telah membuat kita menjadi berpikir dewasa semoga di ulang tahun jadian kita yang ke satu tahun ini akan semakin menjadikan kita sosok pribadi yang dewasa. Penuh tanggung jawab dan berpikir matang. Semoga semua masalah yang kita hadapi bukan akan menjauhkan hubungan kita, melainkan semakin mendekatkan kita. karena permasalahan adalah sebuah ujian yang pasti ada dalam dunia cinta dan harus diselesaikan dengan bijak..You are truly a blessing from God..Thank you for being my partner, spouse, lover, and friend..Anniversary is the day you remember that both of you commited to a lifetime of love and relationship. Cheers then for remembering!

pagi-pagi gua bingung dengan kehadiran sosok dia yang tiba tiba ada didepan rumah gue dengan membawa bunga dan surat yang ia selipkan di bunga itu sayanggggggggggg YOU MAKE ME PROUD OF YOU!!! sooooooooo i love u more than anything darl
                                              foto by: indahtsh

Surat Cinta untuk Jokowi


Aku tak perlu menanyakan kabarmu, karena senyummu yang manis kala itu sudah menjawab segalanya. Nampaknya kamu sehat-sehat saja. Sinar matamu yang bersinar terang cukup membuatku tenang. Tak berkurang kegilaanku, aku ternyata semakin mencintaimu dalam keadaan sadar ataupun tidak sadar.

Pengeran kotak-kotakku datang dengan kemeja putih. Tampak sangat tanpan dan memukau. Tubuhnya yang tipis membuatku ingin selalu melindunginya dalam pelukan. Baiklah, aku lancang. Ketika menyadari posisiku bukan siapa-siapa, aku memilih menatapmu dari jauh.
Sudah lama kutunggu saat-saat itu, saat aku bisa menggenggam erat jemarimu meskipun harus berjibaku dengan ratusan penggemar. Aku memimpikan saat-saat bisa menyelami banyak hal yang ada di bola matamu. Siang tadi, aku merasakannya. Kuatnya magismu, tawa lembutmu, dan suaramu yang santai menyebabkan gerakan aneh di hatiku; entah perasaan apa.
Senyummu yang bisa kunikmati dari jarak lima meter itu terus mengguncangkan pikiranku. Kalau kautak ada di panggung kala itu, aku akan memelukmu erat-erat dan tak akan melepaskanmu sampai kapan pun. Mustahil. Siapa aku di matamu? Rasa kagumku terlalu kecil jika dibandingkan dengan rasa kagum dan perhatian mereka untukmu. Keberaniaanku untuk menyentuhmu terlalu lemah, hingga hanya jemari dan bahumu saja yang bisa kusentuh.
Kebahagiaanku berlipat ganda. Senyummu bisa kunikmati tanpa batasan layar kaca. Kamu mau tahu perjuanganku saat menemuimu? Aku bangun pagi dan bergegas mengambil undangan, itu kulakukan hanya untuk menemuimu. Aku harus menempuh jarak puluhan kilometer, Bogor-Jakarta; hanya untuk menikmati senyummu. Aku tak sarapan dan makan siang, hanya untuk merasakan hangatnya jemarimu mengisi sela-sela jemariku saat kita bersalaman. Sekarang, saat sedang menulis ini, kepalaku seakan berputar tak karuan. Sosokmu yang manis dan riuh penonton kala itu masih terdengar di telingaku.
Ini pertama kalinya aku bertemu denganmu. Kepercayaan dan keyakinanku terjawab juga, jika Tuhan mau— segala yang tak mungkin bisa saja menyentuh nyata. Aku tak berharap ini adalah pertemuan pertama dan terakhir. Izinkan aku terus berdoa untuk pertemuan kita selanjutnya. Perbolehkan aku terus mencintaimu dalam diam dan ketakutanku.
Takut? Apa yang kutakutkan? Aku takut jika hanya aku yang histeris sendirian ketika kautiba-tiba muncul dalam ingatanku. Aku takut jika perhatianku tak benar-benar kaurasakan. Aku takut pada ketidaktahuanmu terhadap sosokku.
Kausaja tidak tahu namaku, masih pantaskah aku berharap lebih?